Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Lhokseumawe telah melaksanakan penuntutan terhadap terdakwa F dalam perkara tindak pidana pencurian kabel lampu lalu lintas (traffic light) yang merupakan bagian dari fasilitas publik di Kota Lhokseumawe. Dalam perkara tersebut, JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan.
Dalam tuntutannya, JPU menilai terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). JPU juga memohon agar pelaksanaan pidana dalam perkara ini dijalankan setelah terdakwa selesai menjalani pidana dalam perkara pencurian lainnya yang saat ini sedang dijalaninya.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe kemudian menjatuhkan putusan pidana penjara selama 2 (dua) tahun terhadap terdakwa. Putusan tersebut dibacakan dalam persidangan pada Rabu, 28 Oktober 2026. Atas putusan tersebut, JPU menyatakan masih pikir-pikir untuk menentukan sikap lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Perbuatan pencurian tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir sebesar Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah), berkaitan dengan nilai kabel lampu lalu lintas yang dicuri. Kerugian tersebut merupakan kerugian terhadap aset atau fasilitas publik yang keberadaannya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.
Kejaksaan Negeri Lhokseumawe berkomitmen melaksanakan penegakan hukum secara profesional, berintegritas, dan berkeadilan serta mendukung perlindungan terhadap aset daerah dan fasilitas umum.
Penegakan hukum terhadap tindak pidana yang menyasar fasilitas publik diharapkan dapat memberikan efek pencegahan, menjaga ketertiban umum, serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
@kejaksaan.ri @kejati_aceh @jaksapedia
#KejaksaanRI #KejatiAceh #KejariLhokseumawe #PAKEM #MuaraSatu #BanggaMelayaniBangsa #BerAKHLAK















